Pemeriksaan endoskopi saluran cerna pada anak sudah semakin berkembang dan telah banyak dilakukan di berbagai rumah sakit propinsi termasuk propinsi Riau. Berbagai penyakit saluran cerna pada anak memerlukan pemeriksaan endoskopi guna menemukan kelaianan dan menentukan pengobatan yang tepat sehingga terjadinya penurunan angka kesakitan dan kematian.

Sefalosforin termasuk golongan antibiotika betalaktam. Sefalosforin berasal dari fungus Cephalosporium acremonium yang di isolasi pada tahun 1948 oleh Brotzu. Fungus ini menghasilkan tiga macam antibiotika yaitu sefalosporin P, N, dan C. Dari ketiga antibiotika tersebut kemudian dikembangkan berbagai derivate sefalosporin semisintetik antara lain sefalosporin C.

Penyakit Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian. Diare persisten didefinisikan sebagai berlanjutnya episode diare selama 14 hari atau lebih yang dimulai suatu diare cair akut atau diare berdarah (disentri ).  Diare persisten tidak termasuk diare kronik atau diare berulang seperti penyakit sprue, gluten sensitive enteropathi . Menurut Walker-Smith diare persisten sebagai diare mulai secara akut tetapi bertahan lebih dari 2 minggu setelah onset akut.  Dari delapan studi kumunitas di Asia dan Amerika Latin didapat persentase diare persisten antara 3 sampai 23% dari seluruh kasus diare.

Ekstubasi adalah tindakan mengeluarkan pipa endotrakeal dari posisinya. Seringkali klinisi mengalami kesulitan dalam menentukan saat yang tepat untuk melakukan ekstubasi; ekstubasi yang terlalu cepat (prematur) akan menyebabkan kegagalan sehingga pasien memerlukan reintubasi. Ekstubasi yang berlangsung lama akan menyebabkan intubasi yang tidak diperlukan, sehingga kemungkinan dapat terjadi trauma saluran nafas, infeksi nosokomial, dan bertambah lama hari rawat dengan akibat biaya perawatan meningkat.

Diare Persisten didefinisikan sebagai diare yang disebabkan infeksi yang berlangsung lebih dari 14 hari. Penatalaksanaan diare persisten pada anak menimbulkan keputus asaan bagi tenaga kesehatan dan keluarga menyebabkan penggunaan yang berlebihan terhadap obat-atau antibiotika. Belakangan ini beberapa Negara berkembang melaporkan keberhasilan penatalaksanaan diare persisten pada anak dengan pemberian diet harian yang mengandung muatan local yang tidak mahal dan suplementasi mikronutrien.1  

Diare persisten adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari dimana infeksi adalah sebagai penyebabnya.atau diare kronik yang disebabkan infeksi. (WHO 1988) Gordon dan taylor nengatakan adannya hubungan timbal balik antara infeksi dan nutrisi. Infeksi akan menyebabkan gangguan nutrisi dimana terjadi berkurangnya intake kalori dan absorbsi intestinal, meningkatnya katabolisme dan kebutuhan nutrient untuk pertumbuhan dan sintesa sel. Sebaliknya kekurangan nutrisi akan menyebabkan meningkatnya risiko infeksi oleh karena berkurangnya kemampuan proteksi kulit dan mukosa disamping terganggunya fungsi imun dari host.1  

Page 1 of 3

Follow Us

Most Read

  • Week

  • Month

  • All